Catatan

Menunjukkan catatan yang berlabel Materi Kuliah

Alat Penggerak Mekanik Kapal

Imej
1. Fixed Pitch Propellers (FPP) Baling-baling jenis ini secara ‘tradisi’ telah membentuk basis produksinya Baling-baling ini secara umum telah memenuhi ‘proporsi’ yang tepat terutama jenis rancangan dan ukurannya, baik itu untuk baling-baling perahu motor yang kecil hingga untuk kapal muatan curah hingga kapal tangki yang berukuran besar. FPP ini adalah mudah untuk membuatnya 2. Ducted Propeller Baling-baling  Ducted  terdiri dari dua komponen, yaitu : Saluran pipa ( Duct ) berbentuk seperti gelang yang mana mempunyai potongan melintang berbentuk aerofoil, danBaling-baling. Keberadaan ‘saluran pipa’ ( duct ) akan mengurangi gaya-gaya tekanan yang meng induced  pada lambung kapal. Baling-baling jenis ini dikenal dengan sebutan Kort Nozzles, melalui pengenalan Kort Propulsion Company’s sebagai pemegang Hak Paten dan asosiasi dari jenis baling-baling ini. Efisiensi Baling-Baling ditingkatkan tergantung atas beban baling-baling. Ducted Propeller 3...

Tipe Motor Penggerak Kapal

Imej
Di dalam sejarah perkembangan motor penggerak kapal terdapat beberapa tipe yang mendominasi hingga kurun waktu tertentu, adalah sebagai berikut : Reciprocating Steam Engine; mendominasi dunia  ship propulsion  (sistem penggerak kapal) hingga sekitar tahun 1910-an. Keunggulannya adalah terletak pada pengaturan beban, khususnya untuk arah reversed (arah mundur) yang mana Reciprocating Steam Engine memberikan kemudahan serta lebih efisien pada range kecepatan rotasi tertentu agar match dengan kinerja screw propeller. Kelemahannya Reciprocating Steam Engine adalah pada instalasinya yang relatif berat, kebutuhan space yang besar, output power per cylinder-nya masih sangat terbatas. Selain itu, Steam tidak dapat bekerja secara efektif pada tekanan relatif rendah. Serta kebutuhan fuel consumption yang tinggi, sebagai gambaran bahwa untuk triple-expansion engine maka memerlukan superheated steam yang mengkonsumsi bahan bakar (oil) hingga ± 0.70 kg per kWh.  Marine (Steam) Tu...

Jenis Metode Peluncuran Kapal

Imej
Peluncuran kapal adalah salah satu prosedur terpenting pada proses pembangunan kapal. Tipe peluncuran  slipway , konstruksinya tersusun dari sebuah jalur  slope  yang turun ke air dari tepi galangan, adalah sebuah aspek utama dari prosedur peluncuran kapal dan yang paling sering digunakan untuk peluncuran pembuatan kapal baru ataupun perbaikan kapal.   Vidio Peluncuran Kapal Beberapa tahun belakang nampaknya dilakukan pengembangan, khususnya pada sistem peluncuran kapal guna meningkatkan keamanan dan stabilitas kapal di air. Perbedaan Jenis Metode Peluncuran Kapal Umumnya, peluncuran kapal ke laut menggunakan empat jenis metode ini. Metodenya sebagai berikut: 1. Gravitational type launcing 2. Floating-out type launcing 3. Mechanical type launcing 4. Airbag launcing 1. Gravitational type launcing : gravitational type launcing selanjutnya dibagi menjadi tiga tipe, yaitu: - Longitudinal Oiled Slideway Launcing - Longitudinal Steel - Roller Slideway L...

Perhitungan Konstruksi Kapal (Sekat- Sekat dan Gading Kapal)

Imej
Konstruksi Kapal BAB V PERHITUNGAN KONTRUKSI 5.1.Perhitungan Dasar Ganda Menurut ketentuan BKI 1989 Volume II Bab VIII Tinggi double bottom (h) tidak boleh kurang dari : h     = 350 + 45B (mm)                                                     dimana B    = 10,500 m        = 350 + 45( 10,5 )        = 822.5 mm (diambil 0,85 m) Untuk kapal tanker, tinggi double bottom minimum adalah B / 15, tapi tidak boleh kurang dari 1000 mm dan tak boleh melebihi 3000 mm. Dasar Ganda pada Kamar Mesin Pada perencanaan ini diambil peninggian konstruksi pondasi motor diatas dasar ganda pada kamar mesin sebesar  1500 mm ...

Menghitung Tahanan Total Kapal dan Perhitungan Daya Motor Penggerak Kapal

Imej
Apa itu IHP, BHP,  SHP, DHP, THP? BAB III PERHITUNGAN DAYA MOTOR PENGGERAK UTAMA 3.1 . Menghitung Tahanan Total Koefisien tahanan total kapal atau Ct, dapat ditentukan dengan menjumlahkan seluruh koefisien - koefisien tahanan kapal yang ada : 3 .1 .1 Menghitung Volume Ñ    = L x B x T x Cb = 66x10,5x3,9x0,66  = 1890,704 m 3 3 . 1. 2 Menghitung displasement D     = L x B x T x Cb x r               dimana r = masa jenis air laut ( 1.025 Kg/M 3 )       = 66x10,5x3,9x0,66x1,025.       =  1937,972  tons 3 . 1. 3 Menghitung luas Permukaan Basah ( S ) S    = 1.025Lpp (Cb.B + 1.7 T) ...(harvald 5.5.31, tahanan dan propulsi kapal, hal 133) = 1,025x66(0,66x10,5+1,7x3,9)       = 940,515 m 2 Rasio Lebar/Sarat : B/T     = 10,5/3,9  ...